SoPPaN adakan Pertemuan Raya Perempuan Nagekeo

Rabu, 14 Novmember 2012 bertempat di Aula Terus Jaya Mbay – Nagekeo, sebuah komunitas perempuan peduli nagekeo atau dikenal dengan tagline SoPPaN meneyelenggarakan seminar sehari dalam pertemuan raya perempuan nagekeo yanmg mengambil tema Ketika Perempuan Bicara Politik. kegiatan tersebut bertujuan memberikan pendidikan politik kepada kaum perempuan di nagekeo sehingga pada tahun 2014 nanti kaum perempuan bisa terlibat dalam helatan demokrasi lima tahuanan nasional (pemilu) dan bisa menjadi wakil rakyat di daerah nagekeo.

bukan hanya ituyang menjadi harapan soppan… akan tetapi mendorong perempuan nagekeo agar bisa berpartisipasi sebagai bakal calon bupati nagekeo periode 2013-2018. banyak kader perempuan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta figur mereka sangat marketable. sebut saja, Inda Boleng, Etha Bhubu, Yuli Lamuri, serta beberapa nama lainnya yang mulai dielus-elus masyarakat kabupatenm nagekeo.

hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut adalah : Ibu dr. Yovita Anike Mitak, MPH (Kepala Biro PP & PA setda Prov NTT), Drs. Yohanes . Aoh ( Bupati Nagekeo), Gaspar Batu Bata, SH (Ketua DPRD Nagekeo), Etha Bhubhu, S.Pd (Koordinator KOMPAS – NTT) dengan moderator Adiana Ahmad (Wartawan Pos Kupang).

kegiatan berlangsung cukup meriah. dengan mengahdirkan semua perempuan lintas sektor yang tersebar di 7 kecamatan sekabupaten nagekeo.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nagekeo ; Drs. Paulus Kadju.

hasil dari kegiatan tersebut berupa rekomendasi sebagai berikut :

REKOMENDASI

PEREMPUAN LINTAS SEKTOR SEKABUPATEN NAGEKEO

BERSAMA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NAGEKEO, DPRD KABUPATEN NAGEKEO DAN

SOLIDARITAS PEREMPUAN PEDULI NAGEKEO (SoPPaN)

 

 

Pada hari ini Rabu, Tanggal Empat Belas Bulan November Tahun Dua Ribu Duabelas bertempat di Aula Rumah Makan Terus Jaya – Mbay – Nagekeo, wakil perempuan dari setiap kecamatan se Kabupaten Nagekeo di bawah naungan Solidaritas Perempuan Peduli Nagekeo (SoPPaN) bersama pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, DPRD Kabupaten Nagekeo dan Solidaritas Perempuan Peduli Nagekeo (SoPPaN) bersepakat :

 

  1. Untuk Lembaga DPRD Kab. Nagekeo

-          DPRD Kab. Nagekeo sebagai mitra pemerintah agar mendorong pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran secara rutin untuk program pemberdayaan perempuan, minimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)

-          Mendorong Pemisahan Badan pemberdayaan Perempuan dari Badan KB.

-          Mendorong terbentuknya P2TP2A dan LPA

-          Menginisiasi lahirnya berbagai PERDA terkait perlindungan perempuan dan perlindungan anak

 

  1. Untuk Pemerintah Daerah

-          Mendukung legalitas Solidaritas Perempuan Peduli Nagekeo (SoPPaN) sebagai salah satu organisasi masyarakat yang memperjuangkan hak-hak perempuan di Nagekeo.

-          Membentuk P2TP2A dan LPA

-          Melahirkan berbagai PERDA terkait perlindungan perempuan dan perlindungan anak

-          Pemerintah Daerah agar mengalokasikan anggaran secara rutin untuk program pemberdayaan perempuan, minimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

-          Pemerintah Daerah agar memisahkan Badan pemberdayaan Perempuan dari Badan KB

  1. Untuk Lembaga Keagamaan dan Adat

-          Pemuka agama senantiasa mendorong kaum perempuan untuk aktiv di ruang public.

-          Mengkampanyekan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak melalui mimbar keagamaan.

-          Mendorong lembaga adat agar memberikan kesempatan perempuan untuk berperan dalam keputusan-keputusan adat.

-          Mendorong penyelessian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak  secara adat dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender serta meberikan efek jera yang setimpal kepada pelaku.

 

 

  1. Untuk Partai Politik

-          Selektif dalam merekrut dan menempatkan kader perempuan dalam struktur kepengurusan parati muapun dalam daftar calon anggota legislatif.

-          Memberikan pendidikan politik terhadap kader perempuan.

  1. Untuk Organisasi Perempuan

-          Penguatan kapasitas kader perempuan

-          Membangun jaringan atau networking dengan organisasi lintas sector

-          Mendorong lahirnya kader-kader baru

Demikian rekomendasi ini dibuat bersama sebagai bentuk pertanggung jawaban atas perjuangan perempuan dalam ruang publik kabupaten Nagekeo.

 

 

1. Nama                        : Rahayu . S

Utusan dari              : Kecamatan Mauponggo

Tanda Tangan          :

2. Nama                        : Katharina Wea Wuda

Utusan dari              : Kecamatan Nangaroro

Tanda Tangan

3. Nama                        : Maria Eda Ari

Utusan  dari             : Kecamatan Aesesa

Tanda Tangan          :

4. Nama                        : Domitila Wea Samu, S.Sos

Utusan dari              : Aesesa Selatan

Tanda Tangan          :

5. Nama                        : Mathilde P. Dhae

Utusan dari              : SoPPaN

Tanda Tangan          :

5. Nama                        : Lorensius Tokan

Utusan dari              : Perss

Tanda Tangan          :

6. Nama                        : Gaspar Batu Bata, SH

Utusan dari              : DPRD Kab. Nagekeo

Tanda Tangan          :

6.. Nama                        : Drs. Paulus Kadju

Utusan dari              : Pemda Kab. Nagekeo / Wakil Bupati

Tanda Tangan          :

7. Nama                        : dr. Yovita Anike Mitak, MPH

Utusan                      : Kepala Biro PP & PA Setda Prov. NTT

Tanda Tangan          :

8

Darei kiri ke kanan : Kadir, Etha, Ketua DPRD Nagekeo, Diana, Ibu Karo PP & PA Setda Prov. NTT

Nara Sumber SoPPaN

.  Nama                       : Maria Margaretha Bhubhu, S.Pd

Utusan                      : eLPAP NTT

Tanda Tangan          :

 

 

 

Renungan hasil copian

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.
Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?
Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.
Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.
N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………
Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:
“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.
Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….
Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”
Pak Habibie menghela nafas…………………..
Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;
Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.
Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

jasa aneh…

Gambar

Setitik Kisah di Perbatasan RI dan Timor Leste

banyak kisah unik yang akan kita dapatkan ketika kita ingin mengunjungi perbatasan Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) yang berlokasi di Belu – NTT. kita akan disuguhi ritual interaksi di Jembatan Air mata. diceritakan jembatan air mata karena setiap warga Timor Leste dan Warga NKRI yang masih memiliki hubungan darah kalau mau melaksanakan pertemuan pasti tempatnya di sebuah jembatan yang menjadi saksi atas batas wilayah kedua negara. satu sama lain saling melampiaskan kerinduan yang amat sangat.
seorang anak bisa bertemu dengan orag tuanya, seorang istri bisa bertemu dengan suaminya. pernah terbesik dalam pikiran saya, siapa penyebab semua ini. mereka telah memisahkan sebuah hubungan sakral. tapi bukan itu yang ingin saya bagikan di blog ini.
sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan, warga Timor Leste masih mengandalkannya dari Timor Barat dan Indonesia pada umumnya.
kisah uniknya adalah seorang penjahit yang saat ini menjadi warga negara indonesia juga melayani sampai langganan yang merupakan warga timor leste. si penjahit pergi ke Timor Leste untuk mengukur ukuran baju atau jahitan lainnya di Timor Leste, setelah itu dia mengerjakannya di Atambua (Indonesia)…

Indahnya Pesisir Pantai Pulau Timor

Siang itu sang surya sangat bersahabt sekali dengan seluruh penghuni bumi. dia menyentuh lembut penuh kehangatan. kupu-kupu terbang bagai menyambut kehadiran saya dan teman-teman. burung-burung yang tak ku kenal namanya berterbangan ria menghiasi awan nan biru. di sisi kanan kiri jalan berebaris rumah-rumah penduduk yang beratap daun, serta berdinding pelepah kelapa.
pada setiap halaman rumah tampak bocah-bocah kecil bermain dengan penuh kepolosan dan keriangan. kira-kira itulah kata-kata yang bisa diuaraikan untuk menggambarkan indahnya perjalanan kami ke sebuah lokasi di pulau timor.
cerita tentang pulau yang identik dengan pulau karang adalah sebuah pengalaman menarik yang aku alami. konon katanya pulau timor awalnya adalah lautan. akan tetapi setiap tahun senantiasa menampakan keindahannya. percaya tidak percaya cerita ini mendekati kebenaran. hal ini bisa kita lihat melalui jejak fosil-fosil binatang laut seperti karang atau kima yang kita temukan di pedalaman pulau timor jika kita menggali batu-batu karang.
dengan cerita yang penuh mitos ini, ternyata pulau timor menyimpan potensi logam yang amat disukai oleh industri keruk. mereka tidak segan-segan mengajak rakyat untuk mengelola potensi ini.
banyak perdebatan pada ranah ini. ada kelompok yang pro ada pula yang kontra. semuanya mengatasnamakan rakyat. saya selaku orang yang tidak pro tambang logam (mangan) di pulau timor berpendapat demikian. kalaupun alasan stakeholder lokal adalah menambang mangan untuk kesejahteraan rakyat maka ini adalah buktinya nyata pemangku kepentingan lokal di NTT dan Pulau Timor lari dari kegagalan yang diciptakan. mereka dengan sadar mongkonversi lahan pertanian dan peternakan menjadi lahan pertambangan yang memiliki daya rusak yang amat sangat. sebagai orang yang awan tentang tambang saya hanya bisa bertanya, apakah mereka pernah melihat kepulauan bangka belitung yang dulunya rakyat sangat tergantung dengan timah sekarang mereka bergantung pada apa dan siapa? karena saat ini deposit timah yang tersedia telah habis. maukah kita di NTT (Pulau Timor) menjadi bangka belitung? semuanya kita pasti memiliki jawabannya.
pernahkah kita lirik potensi wisata yang indah di pesisir pulau Timor? mari kita dukung pembangunan yang peduli generasi. sehingga anak cucu kita tidak hanya menikmati indah pulau-pulau di NTT lewat narasi-narasi yang ditutur kepada mereka.

VCO Keo Tengah

Minyak Kelapa Murni (VCO) saat ini sedang dikembangkan di Wilayah Selatan Nagekeo. kebijakan yang tepat dengan potensi lokal yang dimilki. Keo Tengah mungkin tidak berlebihan bila kita menjuluki ” BUMI SEJUTA KELAPA”. ada dua desa yang menjadi sasaran program pengembangan dan produksi VCO. ini juga hal yang baik, karena alasan pertama bisa mempertahankan harga di pasar karena produk (VCO) yang diproduksi tidak banyak. kedua adalah pemerataan kebijakan karena selain potensi kelapa yang dimiliki juga potensi komoditi pertanian lainnya dan juga tenun songket Nagekeo.
kembali ke VCO. saya yakin pasti limbah VCO dibuang atau dijadikan minuman ternak, kambing, babi, sapi maupun kerbau. setelah dilakukan uji coba ternyata limbah VCO (ae silo dalam bahasa lokal keo) bisa kita manfaatkan untuk membuat sirup VCO. penamaan ini karena bahannya berasal dari limbah VCO.
kalau hal ini bisa kita lakukan maka nilai yang dimiliki kepala akan menjadi sangat tinggi…

Mbay di Pentas Nasional

Nama Ibukota Kabupaten Nagekeo begitu santer ajhir-akhir ini. Dia bagaikan seorang artis yang sedang diterpa gossip atau kasus asusila seperti Krisdayanti dan Anang Hermansyah, Julia Peres dan Dewi Persik atau sesanter Pernikahan KD dan Raos Lemos pengusaha kaya asal Negara Tetangga kita Timor Leste.
Beda dari kasus-kasus di atas dengan Nagekeo adalah kalau artis bias meningkatkan popularitas serta mendapat keuntungan yang cukup buat kehidupan mereka. Lantas Nagekeo (Mbay). Dia santer yang pertama bisa memperbanyak pundi-pundi penghasilan oknum aparat yang senang bermain di wilayah-wilayah tersebut.
Katakana saja Mbay dijadikan salah satu lumbung garam Nasional. Untuk masalah ini pertanyaan-pertanyaan demi pertanyaan akan muncul. Kira-kira pertanyaannya begini. Siapa yang menjadi pemilik lahan tersebut nantinya? Apakah rakayat? Pengusaha (kaum kapitalis)? Atau pemerintah? Kalaupun itu lahan jadi milik rakyat bagaimana perhitungan nilai investasinya? Kalau dikatakan milik pemerintah, saya adalah orang yang pertama bertanya, apakah nenek moyang kita orang Nagekeo (Mbay) lebih dahulu hadir di wilayah itu, atau Negara ini? Kalau nanti lahan itu nantinya menjadi milik pengusaha tentu saya tidak perlu bertanya. Karena adalah orientasi pengusaha yakni menguasai segala sesuatu yang bisa dinilai dengan uang untuk meningkatkan capital baik secara individu maupun coorporat.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan media penyaluran garam Nagekeo ke seleuruh pelosok tanah air? Apakah menggunakan jalaur udara? Hal ini saya tanyakan karena saat ini PEMDA Nagekeo sedang berencana membangun Bandara Surabaya II. Sayapun tidak habis piker dasar pemikiran para pembuat kebijakan kita seperti apa? Masyarakat sebenarnya butuh pelabuhan laut dan kapal yang bisa mengarungi samudra sekalipun tinggi gelombang mencapai 6 meter. Sehingga barang dan jasa bisa digerakan tanpa harus mengkambing hitamkan cuaca. Apa benar orang tua atau keluarga para mahasiswa mengangkut hewan ternak, seperti babi dan kambing untuk merayakan sukuran atas keberhasilan seorang generasi muda Nagekeo pada lembaga Pendidikan Tinggi dengan menyandang gelar sarjana atau Ahli Madya menggunakan Pesawat? Semoga pertanyaan saya ini tidak salah.
Lebih memiriskan hati lagi jika ada sekolah yang gedungnya seperti kandang ternak malah tidak diperhatikan. justru gedung sekolah tersebut letaknya persis di ibukota Kabupaten Nagekeo. Atau ada anak sekolah yang pergi ke sekolah harus bertelanjang kaki karena ketidak mampuan untuk memiliki sepatu, atau minimal sandal jepit sehingga kaki-kaki mungil mereka tidak harus menyatu dengan panasnya bumi atau tebalnya lumpur. Semoga pemikiran sporadic ini bisa bermanfaat…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.