Setitik Kisah di Perbatasan RI dan Timor Leste

banyak kisah unik yang akan kita dapatkan ketika kita ingin mengunjungi perbatasan Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) yang berlokasi di Belu – NTT. kita akan disuguhi ritual interaksi di Jembatan Air mata. diceritakan jembatan air mata karena setiap warga Timor Leste dan Warga NKRI yang masih memiliki hubungan darah kalau mau melaksanakan pertemuan pasti tempatnya di sebuah jembatan yang menjadi saksi atas batas wilayah kedua negara. satu sama lain saling melampiaskan kerinduan yang amat sangat.
seorang anak bisa bertemu dengan orag tuanya, seorang istri bisa bertemu dengan suaminya. pernah terbesik dalam pikiran saya, siapa penyebab semua ini. mereka telah memisahkan sebuah hubungan sakral. tapi bukan itu yang ingin saya bagikan di blog ini.
sampai saat ini untuk memenuhi kebutuhan, warga Timor Leste masih mengandalkannya dari Timor Barat dan Indonesia pada umumnya.
kisah uniknya adalah seorang penjahit yang saat ini menjadi warga negara indonesia juga melayani sampai langganan yang merupakan warga timor leste. si penjahit pergi ke Timor Leste untuk mengukur ukuran baju atau jahitan lainnya di Timor Leste, setelah itu dia mengerjakannya di Atambua (Indonesia)…

Indahnya Pesisir Pantai Pulau Timor

Siang itu sang surya sangat bersahabt sekali dengan seluruh penghuni bumi. dia menyentuh lembut penuh kehangatan. kupu-kupu terbang bagai menyambut kehadiran saya dan teman-teman. burung-burung yang tak ku kenal namanya berterbangan ria menghiasi awan nan biru. di sisi kanan kiri jalan berebaris rumah-rumah penduduk yang beratap daun, serta berdinding pelepah kelapa.
pada setiap halaman rumah tampak bocah-bocah kecil bermain dengan penuh kepolosan dan keriangan. kira-kira itulah kata-kata yang bisa diuaraikan untuk menggambarkan indahnya perjalanan kami ke sebuah lokasi di pulau timor.
cerita tentang pulau yang identik dengan pulau karang adalah sebuah pengalaman menarik yang aku alami. konon katanya pulau timor awalnya adalah lautan. akan tetapi setiap tahun senantiasa menampakan keindahannya. percaya tidak percaya cerita ini mendekati kebenaran. hal ini bisa kita lihat melalui jejak fosil-fosil binatang laut seperti karang atau kima yang kita temukan di pedalaman pulau timor jika kita menggali batu-batu karang.
dengan cerita yang penuh mitos ini, ternyata pulau timor menyimpan potensi logam yang amat disukai oleh industri keruk. mereka tidak segan-segan mengajak rakyat untuk mengelola potensi ini.
banyak perdebatan pada ranah ini. ada kelompok yang pro ada pula yang kontra. semuanya mengatasnamakan rakyat. saya selaku orang yang tidak pro tambang logam (mangan) di pulau timor berpendapat demikian. kalaupun alasan stakeholder lokal adalah menambang mangan untuk kesejahteraan rakyat maka ini adalah buktinya nyata pemangku kepentingan lokal di NTT dan Pulau Timor lari dari kegagalan yang diciptakan. mereka dengan sadar mongkonversi lahan pertanian dan peternakan menjadi lahan pertambangan yang memiliki daya rusak yang amat sangat. sebagai orang yang awan tentang tambang saya hanya bisa bertanya, apakah mereka pernah melihat kepulauan bangka belitung yang dulunya rakyat sangat tergantung dengan timah sekarang mereka bergantung pada apa dan siapa? karena saat ini deposit timah yang tersedia telah habis. maukah kita di NTT (Pulau Timor) menjadi bangka belitung? semuanya kita pasti memiliki jawabannya.
pernahkah kita lirik potensi wisata yang indah di pesisir pulau Timor? mari kita dukung pembangunan yang peduli generasi. sehingga anak cucu kita tidak hanya menikmati indah pulau-pulau di NTT lewat narasi-narasi yang ditutur kepada mereka.

VCO Keo Tengah

Minyak Kelapa Murni (VCO) saat ini sedang dikembangkan di Wilayah Selatan Nagekeo. kebijakan yang tepat dengan potensi lokal yang dimilki. Keo Tengah mungkin tidak berlebihan bila kita menjuluki ” BUMI SEJUTA KELAPA”. ada dua desa yang menjadi sasaran program pengembangan dan produksi VCO. ini juga hal yang baik, karena alasan pertama bisa mempertahankan harga di pasar karena produk (VCO) yang diproduksi tidak banyak. kedua adalah pemerataan kebijakan karena selain potensi kelapa yang dimiliki juga potensi komoditi pertanian lainnya dan juga tenun songket Nagekeo.
kembali ke VCO. saya yakin pasti limbah VCO dibuang atau dijadikan minuman ternak, kambing, babi, sapi maupun kerbau. setelah dilakukan uji coba ternyata limbah VCO (ae silo dalam bahasa lokal keo) bisa kita manfaatkan untuk membuat sirup VCO. penamaan ini karena bahannya berasal dari limbah VCO.
kalau hal ini bisa kita lakukan maka nilai yang dimiliki kepala akan menjadi sangat tinggi…

Mbay di Pentas Nasional

Nama Ibukota Kabupaten Nagekeo begitu santer ajhir-akhir ini. Dia bagaikan seorang artis yang sedang diterpa gossip atau kasus asusila seperti Krisdayanti dan Anang Hermansyah, Julia Peres dan Dewi Persik atau sesanter Pernikahan KD dan Raos Lemos pengusaha kaya asal Negara Tetangga kita Timor Leste.
Beda dari kasus-kasus di atas dengan Nagekeo adalah kalau artis bias meningkatkan popularitas serta mendapat keuntungan yang cukup buat kehidupan mereka. Lantas Nagekeo (Mbay). Dia santer yang pertama bisa memperbanyak pundi-pundi penghasilan oknum aparat yang senang bermain di wilayah-wilayah tersebut.
Katakana saja Mbay dijadikan salah satu lumbung garam Nasional. Untuk masalah ini pertanyaan-pertanyaan demi pertanyaan akan muncul. Kira-kira pertanyaannya begini. Siapa yang menjadi pemilik lahan tersebut nantinya? Apakah rakayat? Pengusaha (kaum kapitalis)? Atau pemerintah? Kalaupun itu lahan jadi milik rakyat bagaimana perhitungan nilai investasinya? Kalau dikatakan milik pemerintah, saya adalah orang yang pertama bertanya, apakah nenek moyang kita orang Nagekeo (Mbay) lebih dahulu hadir di wilayah itu, atau Negara ini? Kalau nanti lahan itu nantinya menjadi milik pengusaha tentu saya tidak perlu bertanya. Karena adalah orientasi pengusaha yakni menguasai segala sesuatu yang bisa dinilai dengan uang untuk meningkatkan capital baik secara individu maupun coorporat.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana dengan media penyaluran garam Nagekeo ke seleuruh pelosok tanah air? Apakah menggunakan jalaur udara? Hal ini saya tanyakan karena saat ini PEMDA Nagekeo sedang berencana membangun Bandara Surabaya II. Sayapun tidak habis piker dasar pemikiran para pembuat kebijakan kita seperti apa? Masyarakat sebenarnya butuh pelabuhan laut dan kapal yang bisa mengarungi samudra sekalipun tinggi gelombang mencapai 6 meter. Sehingga barang dan jasa bisa digerakan tanpa harus mengkambing hitamkan cuaca. Apa benar orang tua atau keluarga para mahasiswa mengangkut hewan ternak, seperti babi dan kambing untuk merayakan sukuran atas keberhasilan seorang generasi muda Nagekeo pada lembaga Pendidikan Tinggi dengan menyandang gelar sarjana atau Ahli Madya menggunakan Pesawat? Semoga pertanyaan saya ini tidak salah.
Lebih memiriskan hati lagi jika ada sekolah yang gedungnya seperti kandang ternak malah tidak diperhatikan. justru gedung sekolah tersebut letaknya persis di ibukota Kabupaten Nagekeo. Atau ada anak sekolah yang pergi ke sekolah harus bertelanjang kaki karena ketidak mampuan untuk memiliki sepatu, atau minimal sandal jepit sehingga kaki-kaki mungil mereka tidak harus menyatu dengan panasnya bumi atau tebalnya lumpur. Semoga pemikiran sporadic ini bisa bermanfaat…

Mengapa Hatus Orang Muda

Jangan berikan aku 1000 orang tua untuk memindahkan gunung himalaya, tapi berikan aku sepuluh orang muda maka dunia akan kugoncang. kata yang sering diucap oleh para motivator aktivis mungkin dianggap tidak up to date, jadul alias jaman dulu… tapi pernah kita bertanya… berapa jumlah anak muda yang ada saat ini? bagaimana kalau mereka bersatu… bisa jadi sunami pembebasan dan gempa perubahan maha dasat akan datang menghampiri kita… tapi mengapa harus orang muda?? kenyataannya mereka tidak punya pengalaman, atau lebih halusnya lagi mereka masih minim pengalaman… tetapi kenapa ini tidak terjadi saat ini.. mungkinkah orang muda kita rapuh.. hal ini bisa benar… karena dimana-mana org muda (mahasiswa), sering terlibat dalam tindakan anarki… penyerangan antar kampus, antar fakultas.. tapi ini dianggap biasa karena kita bersembunyi dibalik kata dinamika, kebebasan… tapi saya lebih sepakat kita berada di era kebablasan… semoga

Bukan salah Ubi dan Jagung

Teman saya mengatakan demikian ketika keluarganya bertanya, mengapa ubi dan jangung saat ini kalau makan terlalu banyak, bukan membuat kita semakin sehat malah kita harus dibawa kerumah sakit atau tabib?
jujur, awalnya saya kaget sekali mendengar pengakuan dari sosok yang penuh dengan kepolosan itu. guna mengbati keingin tahuan saya bertanya kepada sosok yang sementara berada di depan saya dan teman saya itu. bapak dulu sekolah di mana? saya tidak sekolah pak? makin penasaran saya, mengapa orang yang tidak peernah sekolah ini begitu kritis? sedang saya dan teman saya ini tidak pernah berpikir akan hal ini, dan kami dari latar belakang berpendidikan pula.
karena teman saya ini seorang sarjana pertanian, dengan tegas dia mengatakan ini bukan salah ubi dan jagung.. tapi ini salah kami yang mengerti pertanian baik organik maupun non organik yang tidak pernah menginformasikan kepada para petani tentang hal-hal positif dan negatif dari pestisida dan lainnya apabila digunakan oleh mereka.. sekali lagi ini salah kami yang pintar-pintar ini. dulu orang kerja kebun tidak pernah menggunakan urea atau apapun jenisnya yang mengandung zat kimia…
dengan tenang saya bertanya kepada teman saya tadi? lantas bagaimana dengan soslusinya? kita kembali ke alam saja, jangan sering menggunakan zat2 kimia untuk pertanian kita. lantas kalau kita tidak menggunnakannya brarti produktivitas kita bisa turun. itu pola pikir rakus manusia saja. sy salut dengan sebuah hadis yang sering diucap kan oleh para ustad nya pak kadir, makanlah ketika rasa lapar dan beerhenti makan sebelum kenyang… kalau kita pahami ini, pasti tidak n akan terjadi rawan pangan dan lain-lain..
kamu semakin hebat Primus kata seorang yang dari tadi ternyata mendengar obrolan kami di sebuah kampung daerah Belu selatan NTT… kalau bisa Pak Primus bantulah kami disini… kami tidak tahu harus memulai dari mana? kami butuh Primus disini… denagn berbisik Primus katakan saatnya kita berpisah untuk sementara. besok Pak Kadir harus sendiri pulang ke Kupang. sedih, tapi saya harus iklaskan teman sy yg tanpa berpikir panjang mau mengbdi di daerahnya, padahal belum tentu dia di gaji…. selamat berjuang saudaraku… sampai jumpa di Kupang… di cafe Kita, cafe pergerakan, yang senantiasa menyiapkan menu… sate Aksi, sup diskusi, guleadvokasi dan tdk lupa jagung katemak peduli… salam perjuangan… salam pembebasan… saatnya kita mengabdi…

Persena Nagekeo di ETMC 2010

Tepat tanggal 15 Spetember 2010 di Ibukota Provinsi yang idnetik denganakronim Flobamora akan digelar sebuah perhelatan bergengsi. ETMC itulah nama dari perhelatan tersebut. Ketika kita mengikuti perkembangan di media tercatat 17 kesebelasan akan meramaikan turnamen tersebut. Artinya ada empat kesebelasan (kabupaten) yang tidak terlibat. Tidak perlu kita cari apa sebabnya mereka tidak bisa berpartisipasi pada ievnt ini. Semua pasti punya alas an yang mendekati sempurna.
Bagaimana dengan Persena Nagekeo? Sesungguhnya Nagekeo memiliki potensi yang tak kalah baiknya dengan kabupaten-kabupaten lain di NTT. Lihat saja sejarah semasa Nagekeo masih menjadi wilayah Ngada. Sudah berapa tropi yang dipersembahkan?
Apa alas an lain PSN Ngada tidak berpartisipasi pada ETMC kali ini. Apa mungkin ingin melihat adik kandungnya menjadi juara? Kiranya ini alas an yang tidak mendasar. Tapi seorang wartawan senior di NTT menulis sebuah Buku yang berjudul Bola itu Telanjang. Kiranya cerita menarik yang ada dalam buku setebal 875 halaman itu bisa menjadi “doping” bagi Persena Nagekeo. Semua bisa terjadi. Ketika kita bisa menempatkan semua itu pada temaptnya. Tidak ada pemain bintang yang di bandroll mahal kalau tidak ada pemain lainnya.
Sudah menjadi tradisi orang Nagekeo, ketika saudaranya datang dari jauh lebih khsusus dari kampung halaman sendiri maka, “penyambutan” adalah sebuah ritual yang wajib hukumnya. Hal ini bisa kita lihat ketika tim Persena Nagekeo tiba di Kupang, mereka dijemput di Hotel Cahaya Bapa Kupang.
Tarian adat adalah suguhan khas bagi orang Nagekeo ketika menyambut sebuah tim (tamu). Setelah sedikit istirahat lagi-lagi tim persena Nagekeo mendapat “doping” baik dari para sepuh maupun panitia penyambutan.
Ketua Panitia Penyambutan Kae Rikardus Wawo, mengatakan siap untuk menghadirkan supporter guna memberikan dukungan di lapangan setiap persena Nagekeo bertanding.
Bisakah Nagekeo membawa pulang tropi ETMC tahun 2010???? Semoga.

Minal ai din wal fai dzin

Sejak tanggal 8 September 2010 Handphone saya tidak berhenti berdering, semua mengirim pesan singkat kepada saya yang intinya adalah minta maaf jika ada salah dan khilaf yang mereka lakukan kepada saya baik yang disengaja ataupun tidak. ada yang menggunakan bahasa Indonesia sampai ada yg menggunakan bahasa Keo (salah satu bahasa yang ada di wilayah nagekeo-flores-NTT). ini yang membuat saya terkesan. karena selama ini kalau menerima pesan singkat yang berisikan hal-hal yang berhubungan dengan idul fitri dan idul adha pasti dengan bahasa indonesia.
Ternayata di salah satu ruang yang ada di negeri ini lahir seorang sastrawan baru yang mencoba menterjemahkan maksud dari teks-teks suci kedalam kearifan lokal yang dimiliki, dengan gaya bahasa yang sangat santun dalam dalam maknanya…. sukses sahabatku… kau selalu di hatiku…. Mohon maaf lahir Bathin…

Rikardus Wawo siap Pimpin KOta Kupang

Sederhana, tenang dan bersahaja, itulah kesan awal ketika kita berpapasan dengan Kae Rikar. Tokoh muda Kota Kupang yang berdarah Maunori-Keo Tengah-Nagekeo kian hari wajah serta pikiran bernas nan cerdas senantiasa menghiasai setiap lembar media lokal serta suara nyaring nan lantang berhembus tenang ke setiap telinga penduduk KOTA KASIH yang menghendaki perubahan.
apa saja yang sudah dipersiapan oleh sang kandindat dalam proses menuju perebutan posisi 01 KOta Kupang. dengan modal masuknya 7 besar calon anggota DPD NTT periode 2009-2014 kiranya bisa dijadikan modal untuk meraup suara. siapa yang bakal menjadi calon wakil walikotanya, adalah Ricki Therik, putra kelahiran Kupang yang juga menjadi lurah tervafrorit Kota Kupang adalah sosok yang di pandang cocok untuk mendampingi Kae Rikar.
soal kapasitas intelektual dalam pemerintahan tidak bisa kita kuatir lagi. sang calaon walikota Lulusan Belanda sudah cukup untuk menciptakan adonan baru guna di jadikan sebuah menu baru yang pasti dibutuhkan rakyat Kota Kasih. di padu sang birokrat Bu Richi kiranya Paket WATER = Wawo Therik bisa memenangkan pemilu kada Kota Kupang periode 2012 nanti.

Kecil-kecil Cabai Rawit

Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (PERMASNA) Kupang pada Minggu 30 Mei 2010 menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) III di AUla palang merah indonesia kota Kupang. turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah para sesepuh nagekeo di kupang serta para pembina dan penasehat PERMASNA KupaNG. menurut sekretaris panitia Sandro, mahasiswa fakultas hukum asal desa pautola mengatakan RUA kali ini melaksanakan tiga agenda, yaitu evaluasi, proyeksi dan politik. evaluasi kata sandro adalah anggota akan meminta pertanggung jawaban pengurus periode 2009-2010 di bawah pimpinan Andi Woy mahasiswa asal Boawae, yang kedua momen proyeksi dimana anggota akan memproyeksikan beberapa program yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan yang akan datang, sedangkan momen politik adalah di forum ini (RUA) akan terjadi perebutan Kursi PERMASNA 01. sudah pasti kader-kader terbaik yang akan muncul. ketika ditanya ada berapa kandidat yang akan maju dalam memperebutkan kursi ketua umum permasna, sandro menjawab saya pikir semua kecamatan memeiliki kandindat masing-masing, ketika ditanya apakah sandro juga merupakan salah satu kandidat? dengan sedikit fulgar putra Pautola yang termasuk dalam CB Family mengatakan ini tergantung forum, tukas sandro diplomatis.
sampai paripurna pemilihan yang berlangusng jam 03.00 WITA dini hari hanya tiga kandidat yang muncul
1. Lodofikus raga, 2. Heron Djo dan Manda, Lodofikus di jagokan oleh anggota yg berasal dari kec mauponggo, heron Djo di jagokan dari mahasiswa Aesesa Selatan sedangkan Manda di dukung oleh mahasiswa Aesesa.
dengan suasana yang sedikit tegang proses perhitungan suara berlangsung alot, hujan interupsi mengalir deras bagaikan banjir bandang. pemilihan yang di pimpin oleh Asri Mahasiswa asal kec mauponggo ternyata mengantarkan saudara si kecil dari Mauponggo (LODI) menjadi ketua umum permasna periode 2010-2011.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.