Cara yang tidak terpuji
ada-ada saja cara aparat birokrat nagekeo dalam memanfatkan kesempatan dalam kesempitan. bagaimana tidak? pelaku utama (peserta pameran tenun khas nagekeo) yang kebetulan berasal dari Keo Tengah ditelantarkan di KOta Kupang, Ibukota Provinsi NTT. yang lebih lucu lagi mereka tetap pergi ke Jakarta dengan tidak membawa bahan-bahan yang akn dipamerkan. tidAK hilang akal peserta tersebut langsung balik kek kampung untuk bertemu bupati Nagekeo guna mengembalikan uang perjalanan, sudah pasti setelah dipotong biaya perjalanan dari keo Tengah ke Kupang… yang lebih lucu lagi sang pimpinan rombongan tidak berangkat bersama para pelaku pameran tersebut. tapi semua publik tau bahwa embrio penyimpangan sedang bertumbuh kembang di nagekeo… mari kita yan peduli dengan kondisi ini saatnya kita memberikan sedikit teguran kepada para birokrat yang tidak berhati tersebut, apalagi perjalanan dinas sampai ke Jakrta sudah berapa juta uang rakyat yang disalah gunakan….. tolong sahabat-sahabat saya yang ad di Jakarta selidiki apa pekerjaan mereka. kita jangan melihat dia siapa tapi mari kita lihat cara kerjanya…..
Propaganda suci untuk menyesatkan
selain anggota DPR yang terpilih, kira-kira siapa pejabat yang senantiasa mengubarkan senyum manis ketika ditanya media tentang kasus teroris? kalau tidak salah mungkin Kapolri, betul… tapi perlu diingat bahwa tipologi orang Indonesia adalah sangat taat pada teks suci yang dipahami secara tekstual. sel-sel teroris yang senantiasa berkembang biak selalu menggunakan ayat-ayat Tuhah demi tujuan yang sesat. padahal Tuhan sendiri tidak tega membunuh ciptaan-Nya, kita sebagai umat Tuhan mungkin masih ingat dengan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk membunuh anaknya, Tuhan melakukan hal itu hanya untuk menguji sejauh mana Ibrahim yang ditugaskan sebagai nabi taat kepadaNya, setelah mengetahui begitu setia Ibrahim kepadaNya, maka pristiwa itu digantikan dengan seekor kibas, artinya Tuhan tdk membenarkan sesama manusia untuk saling menghilangkan nyawa, sekalipun untuk kepentingan Penghambaan kepada DIA. saya yakin tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan terhadap sesama. kecuali orang sholeh yang salah menterjemahkan firman Tuhan,
saya malu
sudah sekian lama, saya tidak lagi mengikuti informasi lewat media lokal, harian umum pos kupang. ketika satu waktu saya coba mengaksesnya via internet, eh ternyata tidak ada yang berubah tentang pemberitaan pada media tersebut. yang berubah hanya tampilannya aja sedangkan beritanya tetap. setiap hari media ini selalu menulis tentang banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh para pejabat. apa mereka tidak punya malu lagi?? kita yang baca eritanya saja begitu malu. kalau NTT kaya korupsi mungkin tidak terlalu dipersalahkan. eh sudah miskin korup lagi. jangan-jangan korup sudah menjadi salah satu budaya kita orang ntt???
Lebaran
idul fitri atau lebaran adalah hari dimana umat islam merayakan kemenangan setelah melawan hawa nafsunya selama satu bulan (puasa). ya, memang musuh terbesar kita bukan siapa-siapa tetapi nafsu kita sendiri. dan kita sering kalah dalam peperangan itu. suasana lebaran di kampung biasanya dimeriahkan dengan bunyi-bunyian mercon dan sebagainya. terkadang kefitrahan lebaran akan hilang seiring dengan hilangnya bunyi mercon, kembang pai dan lain-lain. akhirnya mereka yg menjalankan puasa tidak mengalami perubahan apa-apa. bahkan ada yang lebih buruk lagi. hanya karena nafsu.
Wisatawan Lokal

wisatawan lokal saat ini sering berkunjung ke Pantai Ipi Mbuu… jangan ragu, karena lokasi ini terjangkau oleh signal alat komunikasi… (telkomsel)… air laut begitu jernih sehingga kita bisa menikmati ikan yang bermain dengan mata telanjang…. para wisatawan bisa memanah ikan di pantai ini…
Potensi Wisata
nio tembu jeki dau mau……. potensi kelapa di wilayah Keo Tengah sangat menjanjikan… akan tetapi pemanfaatannya belum maksimal…. teknologi terbaru yang berbahan baku batok kelapa sedang diuji coba dan berhasil serta sudah siap di perdagangkan… mari kita kembangkan produk “asap cair” sebagai bahan pengawet pangan yang ramah kesehatan…. siapa yang berani mendahului??
Ipi Mbuu
Letkanya yg beraa di posisi perbatasan antara Keo TEngah & Nangaroro, membuat Ipimbuu kian strategis. didukung oleh keindahn alam serta laut yang teduh saat musim angin barat menjadi slah satu alternatif tempat piknik (wisata) bahari… ditempat ini kitan bisa mancing ikan… seperti kakap, kerapu, atau mencari kerang dan gurita. sedikit sayang karena potensi ini belum ditata dengan baik dan dijadikan sebuah objek wisata yang berkapita… pantai di Ipimbuu begitu indah, bentangan kerikil bagaikan permadani, serta bebatauan alam yang berbentuk dermaga membuat Ipimbuu begitu cantik…
ditempat ini juga kita bisa menikmati enaknya kelapa muda……………..
kelapa muda yang begitu enak..
Puasa
Sabtu tanggal 22 Agustus 2009, seluruh umat islam mengawali puasa ramadhan. itu juga terjadi di Keo Tengah… di Keo Tengah umat muslim merupakan kelompok minoritas. hanya ada 5 mesjid / mushola. tapi kemeriahan selalu ada disana. biasanya saudara-saudara yang non muslim mulai membawa kopi,gula, atau binatang ternak sebagai bentuk kepedulian terhadap saudaranya yang muslim… saya tidak bisa merekam jejaknya, sejak kapan tradisi ini dimuali.
Ketika Aib Harus dijual
Ketika malam kiat larut, gemerlap bintang-bintang mengiringi kita untuk melepaskan urat-urat kasih serta benih-benih cinta, agar bisa menggapai cita-cita dihari esok ternyata disisi lain televisi nasional menyuguhkan kepada pemirsa diseluruh pelososk negeri ini disuguhi tayangan menarik. Yan paling tidak menarik untuk ditonton. Dalam seminguu kira-kira ada dua sampai tiga malam pemirsa disuguhi acara tersebut.
Bermula dari pengakuan, interogasi, sampai caci maki yang disirami air mata sekan menambah daya bius untuk pemirsa sehingga terlelap dalam hidangan media (televisi). Biasanya acara tersebut mengungkapa hubungan cinta dan pacaran yang tidak sehat.
Begitulah jadinya, ketika privasi dan aib rumah tangga menjadi tontonan. Masalah yang seharusnya harus diselesaikan secara pribadi dalam suasana kekeluargaan justru diumbar kemedia. Lucunya banyak pasanagn yang bermasalah ingin mengikuti acara itu dengan alasan agar masalah mereka cepat selesai.
Seolah rasa malu yang fitrah itu hilang entah kemana. Apakah mereka menjualnya agar mereka bisa muncul dilayar televisi? Apakah sudah tidak ada jalur lainyang lebih paptut dan bermartabat? Atau jangan-jangan ini adalah gambaran mentalitas masyarakat kita yang senang menjadi penonton pertengkaran orang lain?

