Sejak tanggal 8 September 2010 Handphone saya tidak berhenti berdering, semua mengirim pesan singkat kepada saya yang intinya adalah minta maaf jika ada salah dan khilaf yang mereka lakukan kepada saya baik yang disengaja ataupun tidak. ada yang menggunakan bahasa Indonesia sampai ada yg menggunakan bahasa Keo (salah satu bahasa yang ada di wilayah nagekeo-flores-NTT). ini yang membuat saya terkesan. karena selama ini kalau menerima pesan singkat yang berisikan hal-hal yang berhubungan dengan idul fitri dan idul adha pasti dengan bahasa indonesia.
Ternayata di salah satu ruang yang ada di negeri ini lahir seorang sastrawan baru yang mencoba menterjemahkan maksud dari teks-teks suci kedalam kearifan lokal yang dimiliki, dengan gaya bahasa yang sangat santun dalam dalam maknanya…. sukses sahabatku… kau selalu di hatiku…. Mohon maaf lahir Bathin…